Media Tanam Terbaik Untuk Anggrek

Untuk hidup, tanaman anggrek memerlukan media tanam yang tepat.

Banyak ragam media tanam yang dapat kita gunakan, baik media tanam dari lingkungan sekitar ataupun yang memang beli. Pastikan media tanam yang Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan tanaman dan diri Anda.

Berikut ini beberapa media tanam yang umumnya di pakai di negara kita:

1. Arang kayu

Arang kayu memiliki kemampuan mengikat air yang cukup baik. Namun, dibandingkan dengan media sabut kelapa, kemampuan mengikat airnya masih lebih rendah.

Media arang kayu tidak mudah lapuk dan tidak mudah ditumbuhi cendawan dan bakteri, tetapi miskin unsur hara dan harganya relatif mahal. Media ini memiliki sifat buffer. Artinya, kesalahan pemupukan (kelebihan dosis pupuk) masih bisa ditolerir.

Pilih arang yang masih keras, jangan memilih arang yang sudah menjadi bubuk. Sebelum digunakan, arang kayu sebaiknya direndam terlebih dulu ke dalam larutan pupuk NPK.

Karena sifat media tanam arang kayu yang mudah berjamur, sebaiknya perendaman larutan pupuk juga dicampur dengan larutan fungisida untuk mencegah timbulnya penyakit pada anggrek kita. Dalam penyimpanannya, media arang bisa dimasukkan ke dalam karung dan disimpan di tempat yang kering.

2. Batang pakis

Media pakis merupakan media paling populer bagi penggemar anggerk. Pakis bersifat tidak mudah lapuk, memiliki daya mengikat air yang baik, serta memiliki kemampuan aerasi dan drainase yang baik juga.

Batang pakis yang di gunakan pada umumnya berbentuk pakis cacah atau papan. Saat ini, pakis cacah lebih banyak digunakan untuk anggrek dalam pot, sedangkan pakis papan lebih banyak di gunakan untuk anggrek yang di tempel di dinding. Selain itu juga terkadang ada batang pakis utuh yang di letakkan sebagai ornamen penghias ruangan

Sebelum digunakan sebagai media tanam bunga anggrek, sebaiknya pakis direndam terlebih dulu dengan larutan pupuk NPK. Pakis yang digunakan di pot sebaiknya berupa potongan atau cincangan yang tidak terlalu halus. Potongan yang halus menyebabkan kelembapan tinggi yang bisa menimbulkan penyakit busuk akar.

Cacahan pakis yang di gunakan pada umumnya mempunyai panjang 2-3cm, sebaiknya pilih bahan pakis yang sudah tua (warna cenderung hitam dan keras), jika di patahkan akan mengeluarkan bunyi yang nyaring. Jika tidak terpaksan jangan memilih pakis yang masih muda, karena mudah hancur dan terkadang mudah terserang penyakit.

Untuk menghindari media tanam menjadi sumber inokulum, sebelum dipergunakan, media pakis sebaiknya dicelup dalam larutan fungisida. Untuk mengusir hama semut atau serangga lain, media tanam direndam ke dalam larutan insektisida.

Dalam penyimpanannya, media pakis sebaiknya jangan ditumpuk (untuk menghindari hadirnya hama semut), melainkan digantung dan dikering-anginkan.

3. Pecahan bata atau genteng

Media pecahan bata dan genteng ini cocok sekali diguanakan sebagai media tanaman bunga anggrek dengan kelebihannya yaitu baik digunakan sebagai tempat melekatnya akar, pengatur kelembapan sekitar akar, dan tempat menyimpan air serta larutan unsur hara. Selain itu, kedua media ini tidak mudah melapuk serta mempunyai drainase dan aerasi yang cukup baik.

Penempatan kedua media ini adalah di dasar pot dan mengisi 1/3 bagian pot. Pecahan batu bata berdaya serap lebih besar daripada pecahan genteng. Akan tetapi, pecahan batu bata lebih cepat ditumbuhi lumut dibandingkan dengan pecahan genteng.

Jika media sudah ditumbuhi lumut, sebaiknya segera diganti dengan media tanam baru.

4. Serutan atau potongan kayu

Media tanam ini lebih banyak digunakan untuk bunga anggrek terestrial (jenis bunga anggrek tanah). Serutan atau potongan kayu memiliki aerasi dan drainase yang baik, tetapi berdaya serap air kurang baik. Selain itu, media tanam ini miskin unsur nitrogen.

Proses pelapukannya berlangsung lambat karena kayu banyak mengandung senyawa yang sulit terdekomposisi, seperti selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Sebelum digunakan, media serutan kayu sebaiknya direndam lebih dulu dengan larutan pupuk urea dan TSP.

Untuk mencegah hadirnya hama dan penyakit pada media tanam jenis ini, saat perendaman dengan pupuk bisa ditambahkan larutan pestisida. Untuk menyimpannya, media serutan kayu dimasukkan ke dalam karung dan disimpan di tempat yang kering.

5. Sabut kelapa

Media tanam bunga anggrek dari sabut kelapa mempunyai daya simpan air yang sangat baik serta mengandung unsur hara yang diperlukan tanaman.

Media tanam ini relatif mudah diperoleh dan harganya pun relatif murah.

Media jenis ini biasanya di pilih dari kelapa yang sudah tua, akan tetapi sebelum di pakai, perlu juga di olah terlebih dahulu. Pengolahan di lakukan dengan merendam sabut dalam air (lebih baik air mengalir) untuk menghilangkan lemak dan tanin. Selain itu, dengan cara memukuli dengan kayu, lalu di potong-potong kotak.

Selain di potong kotak, bisa juga di ambil seratnya atau di buat tali dan di percantik bentuknya

Kelemahan media sabut kelapa adalah mudah melapuk dan membusuk. Kelemahan ini dikhawatirkan bisa menjadi sumber penyakit. Sebelum digunakan, sebaiknya media sabut direndam ke dalam larutan fungisida. Media tanam sabut yang tidak digunakan harus disimpan di tempat yang kering dan sejuk.

6. Lumut

Lumut yang biasa disebut dengan moss mempunyai sifat dapat mengatur kelembapan (cocok untuk pembibitan anggrek), sehingga tidak mudah mendatangkan busuk akar pada tanaman bunga anggrek.

Media ini termasuk awet karena bisa digunakan selama 1 tahun. Media ini sudah banyak dijual, tetapi harganya relatif mahal. Untuk mencegah serangan penyakit, sebelum digunakan, media direndam dalam larutan fungisida.

Media yang tidak digunakan dimasukkan ke dalam karung dan disimpan di tempat yang kering.

7. Moss kadaka (Moss hitam)

Moss kadaka atau akar kadaka atau moss hitam. Bahan ini cukup bagus digunakan karena dapat menahan air, hanya terkadang terdapat kesulitan karena bahan yang terkdang keras dan mnenggumpal. Sebaiknya perhatikan cara penggunaannya, yaitu di tarik atau di renggangkan. Sementara itu sterilisasi bisa di lakukan dengan perendaman pada air panas

8. Sphagnum Moss (Moss putih)

Sphagnum moss sering di sebut moss putih. Merupakan media tanam yang paling banyak di gunakan untuk anggrek Phalaenopsis. Bahan ini berasal dari tumbuhan epifit dan cukup kuat menahan air. Sphagnum moss yang banyak di gunakan petani anggrek sebagian besar berasal dari luar negeri (Taiwan, Chile dan Selandia Baru).
Sphagnum moss yang berasal dari luar negeri memiliki serat yang panjang dan tahan lama, sedangkan yang dari dalam negeri memiliki serat yang pendek dan mudah hancur.

9. Kulit pinus

Kulit pinus biasanya di gunakan dengan cara di gantung, anggrek di tempelkan pada kulit pinus jadi terlihat cantik. Media tanam ini juga cukup awet dan tahan lama

Gunakan media tanam sesuai kebutuhan

Menggunakan media tanam yang sesuai dengan kebutuhan anggrek akan menjadikan anggrek kita dapat tumbuh dengan sehat dan hasilnya akan memberikan kita kepuasan yang tiada tara..

Bagaimana dengan Anda? menggunakan media tanam jenis apa?

Silahkan berbagi di kolom komentar dibawah ini!